Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan penyegaran di internal tim kepelatihan. Kali ini, fokus perubahan diarahkan pada sektor ganda putra, yang dinilai membutuhkan dinamika baru untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan global.
Penyesuaian struktur kepelatihan ini merupakan langkah strategis PBSI. Organisasi tersebut menilai perubahan ini krusial agar proses latihan dan pendampingan atlet dapat berjalan lebih adaptif, selaras dengan tuntutan turnamen internasional yang semakin padat dan menantang.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah PBSI untuk menjaga performa ganda putra Indonesia tetap stabil. Selain itu, diharapkan tim dapat lebih responsif menghadapi level persaingan tertinggi dalam kalender resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Chafidz Yusuf dan Thomas Indratjaja Isi Pos Asisten Pelatih
Dalam susunan terbaru, Chafidz Yusuf dipercaya mengisi peran sebagai asisten pelatih di sektor ganda putra utama. Ia akan bekerja mendampingi Antonius Budi Ariantho dalam menangani pasangan-pasangan elite Indonesia.
Sementara itu, sektor ganda putra pratama juga mendapat sentuhan baru. Thomas Indratjaja ditunjuk sebagai asisten pelatih untuk bekerja bersama Andrei Adistia. Keduanya akan membina pemain-pemain pelapis yang dipersiapkan untuk masa depan.
Penyegaran ini juga dilakukan menjelang beberapa agenda penting, termasuk persiapan menuju All England 2026, di mana PBSI membidik satu gelar juara. Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menargetkan dua medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis pada ajang SEA Games 2025.




