, legenda ski Amerika Serikat, menunjukkan semangat juang luar biasa dengan bertekad tampil di Milano Cortina, meskipun mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang robek total dan patah tulang kaki. Keputusan ini diambil Vonn, 41 tahun, setelah mengalami kecelakaan saat berlomba di ajang Piala Dunia di Crans-Montana, Swiss, hanya seminggu sebelum upacara pembukaan Olimpiade. Cedera ini menambah daftar panjang tantangan fisik yang dihadapi Vonn sepanjang kariernya yang gemilang.

Tekad Baja di Tengah Cedera

Vonn mengonfirmasi bahwa ia mengalami robekan ACL total pada lutut kirinya, ditambah memar tulang dan kerusakan meniskus. Namun, tekadnya untuk berkompetisi di Olimpiade tidak goyah. Setelah menjalani terapi intensif dan berkonsultasi dengan tim medis, Vonn menyatakan keyakinannya untuk tetap turun di nomor downhill. “Lutut saya tidak bengkak, dan dengan bantuan penyangga lutut, saya yakin bisa berkompetisi pada hari Minggu,” ujar Vonn. “Selama masih ada kesempatan, saya akan mencoba… Saya akan melakukan segala daya saya untuk berada di garis start.”

Keputusan Vonn untuk tetap berkompetisi meski dalam kondisi cedera menuai berbagai reaksi. Beberapa pihak mengagumi ketahanan dan semangatnya, sementara yang lain menyuarakan kekhawatiran akan kesehatannya. Vonn sendiri menanggapi keraguan tersebut dengan tegas, menyatakan bahwa ACL-nya benar-benar robek dan ia siap menghadapi risikonya. “ACL saya berfungsi penuh sampai Jumat lalu. Hanya karena itu tampak mustahil bagi Anda, bukan berarti itu tidak mungkin. Dan ya, ACL saya robek 100%. Bukan 80% atau 50%. Itu hilang 100%,” tegasnya menanggapi keraguan seorang dokter di media sosial.

Kembalinya Sang Legenda

Kembalinya Vonn ke ajang Olimpiade di usia 41 tahun merupakan sebuah pencapaian luar biasa, terutama setelah pensiun pada tahun 2019 akibat cedera kronis. Keputusannya untuk kembali berkompetisi pada tahun 2024 didorong oleh keinginan untuk berlomba di Cortina d’Ampezzo, Italia, sebuah tempat yang memiliki makna spesial dalam kariernya. Di lintasan Tofane Alpine Skiing Centre, Vonn telah meraih berbagai prestasi, termasuk podium pertamanya di Piala Dunia dan memecahkan rekor kemenangan terbanyak di ajang tersebut.

Sebelum mengalami , Vonn menunjukkan performa impresif di musim 2025-26. Ia berhasil meraih podium di tujuh dari delapan balapan Piala Dunia yang diikuti, termasuk dua kemenangan downhill. Pada usia 41 tahun, ia menjadi pemenang Piala Dunia tertua dalam sejarah olahraga . Performa ini mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet tercepat di dunia, bahkan di usianya yang tidak lagi muda.

Perjuangan Pasca-Kecelakaan

Kecelakaan di Olimpiade 2026 tidak menghentikan semangat Vonn. Setelah jatuh 13 detik memasuki lintasan downhill, ia segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani serangkaian operasi untuk menstabilkan patah tulang tibia kompleks di kaki kirinya. Vonn menjalani operasi ketiga yang sukses, meskipun proses pemulihannya diprediksi akan memakan waktu lama. Melalui unggahan di media sosial, Vonn berterima kasih atas dukungan yang diterimanya dan menyatakan progres pemulihannya, meskipun masih harus berjuang. “Saya membuat kemajuan dan meskipun lambat, saya tahu saya akan baik-baik saja,” tulisnya.

Kisah Lindsey Vonn di Olimpiade Milano Cortina 2026 menjadi simbol ketahanan, determinasi, dan semangat pantang menyerah. Meskipun hasil akhir belum dapat dipastikan, perjuangannya telah menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa usia dan cedera bukanlah halangan untuk mengejar mimpi.