Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 mencatatkan rekor yang tak biasa. Bukan dari arena kompetisi, melainkan dari konsumsi alat kontrasepsi di perkampungan atlet. Sebanyak 10.000 kondom gratis yang disediakan oleh panitia dilaporkan habis hanya dalam tiga hari pertama penyelenggaraan ajang tersebut. Kejadian ini menjadi viral, terutama karena bertepatan dengan pekan Valentine, dan kembali menyoroti sisi lain kehidupan para atlet di balik ketatnya persaingan.
Menurut laporan media Italia seperti La Stampa dan Reuters, pihak penyelenggara awalnya menyiapkan sekitar 10.000 kondom untuk sekitar 2.800 hingga 3.000 atlet yang berpartisipasi. Namun, tingginya permintaan membuat stok tersebut ludes sebelum kompetisi berjalan satu minggu. Juru bicara Komite Olimpiade Internasional (IOC), Mark Adams, menanggapi fenomena ini dengan santai. “Sepuluh ribu sudah digunakan oleh 2.800 atlet-hitung saja sendiri,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers, sambil berseloroh mengaitkan dengan semboyan Olimpiade.
Beberapa atlet, seperti peseluncur indah asal Meksiko, Donovan Carrillo, mengaku terkejut melihat dispenser yang kosong. “Saya baru melihatnya pagi ini. Saya sama terkejutnya dengan orang lain,” ungkap Carrillo. Mialitiana Clerc, seorang pemain ski alpine dari Madagaskar, juga menyatakan bahwa kondisi serupa sering terjadi di Olimpiade Musim Dingin sebelumnya, seperti di Beijing. Ia menambahkan bahwa kotak persediaan di gedung akomodasinya selalu kosong setiap hari.
Tradisi Panjang Pembagian Kondom di Olimpiade
Tradisi penyediaan kondom gratis di perkampungan atlet Olimpiade sebenarnya bukanlah hal baru. Kebiasaan ini dimulai sejak Olimpiade Musim Panas Seoul 1988 di Korea Selatan, saat dunia sedang menghadapi krisis HIV/AIDS. Panitia menyediakan sekitar 8.500 kondom untuk mengampanyekan seks aman bagi kaum muda dan atlet. Sejak saat itu, jumlah kondom yang didistribusikan terus meningkat di setiap edisi Olimpiade.
Contohnya, pada Olimpiade Sydney 2000, panitia menyiapkan 70.000 kondom dan harus memesan 20.000 tambahan karena antusiasme atlet yang tinggi. Rekor penyediaan kondom tertinggi dipegang oleh Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan 450.000 kondom, atau sekitar 42 buah per atlet. Sementara itu, Olimpiade Tokyo 2020 menyediakan 160.000 kondom, namun dengan syarat untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh dan tidak digunakan selama kompetisi karena protokol kesehatan pandemi COVID-19.
Meskipun jumlah peserta Olimpiade Musim Dingin 2026 lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, intensitas aktivitas di perkampungan atlet tampaknya tetap tinggi. Panitia penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 menyatakan bahwa pasokan tambahan akan segera dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan hingga penutupan ajang pada Minggu, 22 Februari 2026. Hal ini menegaskan bahwa penyediaan fasilitas kesehatan reproduksi tetap menjadi bagian dari standar pelayanan internasional dalam setiap penyelenggaraan Olimpiade.




