Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa Kantor Wakil Presiden membuka layanan pengaduan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Layanan ini mencakup kesulitan menebus ijazah maupun membayar uang SPP sekolah, yang kerap menjadi beban bagi warga.

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Gibran saat menyapa jemaah usai melaksanakan salat Isya dan Tarawih pada malam kedua Ramadan 1447 Hijriah. Acara tersebut berlangsung di Masjid Al-Falaah Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis malam, 19 Februari 2026.

“Jadi, warga biasanya ke kantor kami, mengeluh masalah apapun, (seperti) tebus ijazah, uang SPP-nya tidak bisa membayar, itu bisa diselesaikan di kantor kami, di Kebon Sirih,” kata Gibran, dikutip dari keterangan resmi.

Layanan yang dikenal dengan nama “Lapor Mas Wapres” ini telah diluncurkan sejak 11 November 2024. Sejak saat itu, lebih dari 16.500 laporan masyarakat dari berbagai daerah telah diterima, mencakup beragam persoalan mulai dari pendidikan, sosial, hingga pertanahan.

Data hingga 10 November 2025 menunjukkan bahwa mayoritas laporan, yakni 66,07 persen, masuk melalui kanal WhatsApp. Sisanya disampaikan melalui layanan tatap muka setelah masyarakat melakukan registrasi di laman lapormaswapres.id. Preferensi ini mengindikasikan kemudahan akses kanal digital sangat diminati masyarakat.

Untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas penanganan aduan, sistem Lapor Mas Wapres versi 2.0 kini telah terintegrasi dengan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) LAPOR! yang dikelola oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Integrasi ini bertujuan untuk mempercepat pelimpahan laporan ke instansi berwenang serta memperkuat kolaborasi lintas lembaga dalam penanganan aduan masyarakat.

Meskipun kanal digital menjadi pilihan utama, masyarakat tetap memiliki opsi untuk datang langsung ke Kantor Wakil Presiden di Kebon Sirih. Layanan tatap muka ini tersedia pada hari kerja, Senin hingga Jumat, bagi warga yang ingin menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.