US Sassuolo Calcio berhasil mengamankan keunggulan dua gol tanpa balas atas Hellas Verona pada babak pertama pertandingan di Mapei Stadium, Reggio Emilia, Sabtu (21/2/2026) dini hari WIB. Gol dari Andrea Pinamonti dan Domenico Berardi menjadi penentu dominasi tuan rumah.
Sejak peluit awal dibunyikan, Sassuolo langsung mengambil inisiatif serangan. Agresivitas di sektor sayap yang digalang Armand Laurienté dan Berardi menjadi motor serangan utama. Di sisi lain, Verona memilih bermain lebih hati-hati, mengandalkan skema serangan balik cepat melalui Amin Sarr dan Kieron Bowie.
Verona sempat menciptakan beberapa ancaman di kotak penalti. Namun, lini belakang Sassuolo yang dikomandoi Jay Idzes tampil disiplin. Peluang Amin Sarr dan Bowie di pertengahan babak pertama berhasil diblokir sebelum benar-benar menguji ketangguhan kiper Arijanet Muric.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-40. Berawal dari pergerakan cepat Armand Laurienté di sisi kiri, umpan matang dikirimkan ke kotak penalti. Andrea Pinamonti dengan sigap menyambutnya dan melepaskan sepakan kaki kanan dari tengah kotak penalti, membawa Sassuolo unggul 1-0.
Drama terjadi dua menit berselang, tepatnya pada menit ke-42, ketika Sassuolo dihadiahi penalti menyusul pelanggaran Cheikh Niasse di area terlarang. Domenico Berardi yang maju sebagai algojo gagal menunaikan tugasnya setelah tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Lorenzo Montipò.
Namun, Berardi segera menebus kesalahannya. Hanya dua menit kemudian, pada menit ke-44, ia berhasil mencetak gol kedua Sassuolo. Sepakan kaki kirinya dari dalam kotak penalti, memanfaatkan skema bola mati, tak mampu dihentikan Montipò, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Hellas Verona tampak kesulitan keluar dari tekanan setelah gol kedua. Beberapa upaya serangan seperti tembakan Martin Frese dan Abdou Harroui masih belum menemui sasaran atau berhasil dipatahkan pertahanan tuan rumah. Kartu kuning yang diterima Andrias Edmundsson juga menambah beban bagi lini belakang tim tamu.
Hingga tambahan waktu satu menit berakhir, Sassuolo tetap mengendalikan tempo permainan. Penguasaan bola yang lebih rapi dan serangan yang efektif menjadi kunci dominasi mereka. Keunggulan 2-0 di babak pertama ini mencerminkan ketajaman dan efisiensi tuan rumah, menempatkan mereka pada posisi kuat untuk meraih kemenangan jika mampu mempertahankan konsistensi di paruh kedua.




