MILAN, ITALIA mengukir sejarah di Milan Cortina dengan meraih medali emas nomor tunggal putri , mengakhiri penantian 24 tahun bagi Amerika Serikat. Kemenangan ini menandai puncak dari perjalanan comeback yang luar biasa bagi skater berusia 20 tahun tersebut. Liu, yang sempat pensiun dari dunia seluncur indah pada usia 16 tahun, kembali ke arena kompetisi dengan tekad baru dan berhasil merebut gelar juara dunia pada tahun 2025 sebelum meraih pencapaian tertingginya di panggung Olimpiade.

Comeback yang Menginspirasi

Perjalanan Liu kembali ke dunia seluncur indah tidaklah mudah. Setelah rehat selama hampir empat tahun, ia memutuskan untuk kembali berlatih pada Januari 2024. Keputusannya untuk kembali didorong oleh keinginan untuk tampil atas kemauannya sendiri, dengan kebebasan memilih musik, koreografi, dan mengatur jadwal latihannya. “Saya suka berjuang sebenarnya,” ujar Liu. “Itu membuat saya merasa hidup.”

Kembalinya Liu ke kompetisi membuahkan hasil manis. Ia berhasil memenangkan Kejuaraan Dunia 2025, sebuah pencapaian yang mengejutkan banyak pihak, termasuk dirinya sendiri. Keberhasilan ini memposisikannya sebagai salah satu penantang kuat di Olimpiade 2026. Liu dikenal dengan gaya seluncurnya yang bebas dan penuh kegembiraan, namun ia juga membuktikan memiliki kemampuan teknis yang solid untuk bersaing di level tertinggi.

‘Blade Angels’ di Panggung Dunia

Di Olimpiade , Liu berkompetisi bersama rekan satu timnya, Amber Glenn dan Isabeau Levito, yang dijuluki sebagai ‘Blade Angels’. Julukan ini dicetuskan oleh Liu sendiri, yang terinspirasi dari film “Blades of Glory” dan “Charlie’s Angels”. Ketiga skater putri AS ini dianggap sebagai kontingen terkuat dalam hampir dua dekade, dengan potensi untuk meraih medali di nomor tunggal putri, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak tahun 2006.

NBC Olympics bahkan merilis video promosi yang dinarasikan oleh Taylor Swift untuk memperkenalkan trio ‘Blade Angels’ ini kepada publik. “Amber. Alysa. Isabeau. Biarkan @taylorswift13 memperkenalkan Anda pada Blade Angels: Tiga penari Amerika di atas es,” tulis akun NBC Olympics & Paralympics di media sosial.

Performa Gemilang di Milan

Dalam kompetisi di Milano Ice Skating Arena, Liu menampilkan performa yang nyaris tanpa cela di program bebas. Mengenakan gaun emas berkilauan, ia berhasil mendaratkan tujuh lompatan tiga kali lipat, termasuk tiga dalam kombinasi, yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton. “Saya sangat bangga dengan ketahanan yang saya tunjukkan,” kata Liu setelah acara. “Tidak mudah. Banyak hal yang menghalangi saya yang harus saya lewati. Jadi, saya sangat senang saya bisa tampil dan melakukan apa yang saya cintai dan menikmatinya.”

Kemenangan Liu tidak hanya mengakhiri dahaga medali emas AS selama 24 tahun, tetapi juga menegaskan statusnya sebagai salah satu atlet seluncur indah paling inspiratif di generasinya. Ia menjadi wanita Amerika pertama yang meraih emas Olimpiade sejak Sarah Hughes pada tahun 2002. “Perasaan yang saya rasakan di atas es adalah tenang, bahagia, dan percaya diri,” ungkap Liu. “Energi di arena, itulah mengapa saya berseluncur.”