KilatNews.co – MATARAM — Ketua Lembaga Falakiyah dan Astronomi (L-FAS) Nahdlatul Wathan, Dr. TGH. Abdussyakur, menegaskan komitmennya untuk menjalankan program kerja yang berorientasi pada pelayanan umat dan penguatan literasi falakiyah di lingkungan Nahdlatul Wathan.
Hal tersebut disampaikan TGH. Abdussyakur usai pelantikan pengurus L-FAS NW periode 2026–2030 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan. Ia menyebut, L-FAS NW akan segera menjalankan sejumlah program strategis yang telah lama dirancang.
“Setelah kami dilantik, insya Allah kami akan menjalankan tugas dengan beberapa program kerja, di antaranya memberikan informasi kepada warga Nahdlatul Wathan terkait penentuan awal Ramadan, awal Syawal, dan awal Dzulhijjah,” ujarnya.
Selain itu, L-FAS NW juga akan hadir langsung di tengah masyarakat dalam layanan penentuan arah kiblat. Program ini menyasar masjid, mushala, surau, dan tempat ibadah lainnya yang dinilai masih membutuhkan validasi arah kiblat.
“Kami melihat di beberapa tempat justru muncul konflik di tengah masyarakat terkait arah kiblat. Di sinilah L-FAS akan hadir untuk membantu memberikan kepastian,” katanya.
Lebih lanjut, TGH. Abdussyakur menekankan pentingnya pemerataan pengetahuan ilmu falak dan astronomi. Menurutnya, dua disiplin ilmu tersebut tidak boleh hanya dikuasai oleh kelompok atau komunitas tertentu saja.
“Ilmu falak dan astronomi ini tidak boleh menjadi konsumsi beberapa pihak saja, tetapi harus menyeluruh, sampai kepada pengurus Nahdlatul Wathan, generasi Anjum Nahdlatul Wathan, dan masyarakat Nahdlatul Wathan secara umum,” tegasnya.
Ia berharap, melalui program-program tersebut, L-FAS NW dapat berperan aktif dalam mendukung kebutuhan keagamaan warga sekaligus memperkuat tradisi keilmuan Nahdlatul Wathan yang berbasis nilai Islam dan sains. (Nanta)





