Knowledge Management; Upaya Konvensional Corporate agar Tetap Eksis

Knowledge Management; Upaya Konvensional Corporate agar Tetap Eksis

Dunia akan terus bergerak melalukan perubahan, dan yang menang ialah yang lugas melakukan penyesuaian

KilatNews.C0 Di dekade terakhir ini perusahaan-perusahaan sedang berlomba menyesuaikan cara kerjanya supaya tak tertinggal dan tergerus. Pasalnya, kemajuan zaman yang di dominasi aktivitas digital dan artifical intelligence turut mengubah gaya hidup masyarakat dan cara kerja corporate.

Selain perusahaan konvensial sedang sibuk defence, mempertahankan imperium bisnisnya supaya tak ambruk yang telah dirintis belasan hingga puluhan tahun. Kini juga mulai berdatangan para pemain baru, anak-anak muda yang muncul dengan ide baru, creative, berani. Mereka mengisi dan mulai mengancam para pemain lama di dunia industri dengan beragam keunikan dan kecepatannya.

Era ini memang unik, membuat para pemain  lama gelagapan yang tak bisa beradaptasi dengan perubahan. Sebab hukumnya, barang siapa yang tak bisa menyesuaikan, tandanya tinggal menunggu waktu, tergerus dan ambruk.

Knowledge Management

Satu kisi-kisi untuk mengelola perubahan tersebut ialah perusahaan harus memiliki knowledge management yang sangat mapan. Knowledge management adalah strategi yang dibutuhkan saat ini, ketika zaman telah melakukan perubahan yang sangat signifikan. Hal itu disebabkan tingginya persaingan dan cepatnya inovasi yang muncul bertebaran, membuat perusahaan harus merawat dan meningkatkan aset utamanya, yakni sumber daya manusia (SDM).

Membangun knowledge management harus terus dilakukan perusahaan, ia harus terus dikawal. Hal ini dikarenakan strategi yang telah dirumuskan 10 tahun yang lalu, akan sangat berbeda dengan rencana yang akan terjadi di 10 tahun mendatang.

Francis Bacon’s dalam Sangkala (2007:5) juga mengungkapkan bahwa “knowledge it self power” yang diartikan bahwa di dalam era ekonomi baru abad dua puluh satu ini, kita telah bergerak ke suatu dunia dimana berbagi pengetahuan (sharing knowledge) adalah power atau kekuatan.

Apabila knowledge tersebut dikelola dengan efektif dan efisien, maka akan terjadi suatu knowledge konversi dari tacit ke tacit atau ke explicit melalui sosialisasi, eksternalisasi, internali-sasi dan kombinasi menurut Nonaka (1995). Agar knowledge yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dapat dikelola kemudian dimanfaatkan dengan baik, maka diperlukan sebuah strategi bagaimana knowledge tersebut dapat ditempatkan pada suatu media tertentu sehingga knowledge pada akhirnya dapat dengan mudah diakses dan disebarluaskan kepada seluruh karyawan perusahaan (Tang et al., 2010).

Di Indonesia sudah ada beberapa perusahaan besar yang telah menerapkan knowledge management. Salah satu adalah PT Telekomunikasi Indonesia atau yang biasa dikenal sebagai PT Telkom.

Pada akhirnya, siapapun yang ingin menang, ia harus memiliki pengetahuan, mengupgrade kapasitasnya. Era ini menuntut kita untuk terus berubah, dan yang tak berubah ialah perubahan itu sendiri.