Legenda Manchester United, Gary Neville, menyuarakan pandangannya yang tegas terkait masa depan kursi manajer di Old Trafford. Meskipun tim menunjukkan performa impresif di bawah kepemimpinan Michael Carrick, Neville mengingatkan manajemen klub agar tidak terburu-buru untuk menunjuknya sebagai pelatih tetap di akhir musim.
Michael Carrick diangkat sebagai pelatih sementara setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari lalu, dengan kontrak yang hanya berlaku hingga musim panas ini. Namun, pengaruhnya langsung terasa. Dalam enam pertandingan Liga Inggris sejak ia kembali memimpin, Manchester United berhasil mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang.
Peningkatan performa ini membawa Setan Merah melesat ke posisi keempat dalam klasemen sementara, hanya tertinggal tiga poin dari Aston Villa yang berada di posisi ketiga. Selama periode tersebut, United bahkan sukses menumbangkan dua kandidat juara, yakni Manchester City dan Arsenal.
Neville berpendapat bahwa Manchester United perlu meminimalisir risiko. Ia menyoroti pengalaman beberapa tahun terakhir di mana klub telah mencoba berbagai pendekatan, termasuk mengangkat manajer muda dengan pengalaman terbatas di level tertinggi, namun hasilnya belum memuaskan.
Ia juga mengingatkan akan pengalaman sebelumnya, di mana mantan pemain diberikan tanggung jawab untuk memimpin tim dan mampu membawa stabilitas selama beberapa musim, tetapi pada akhirnya proyek tersebut tidak mencapai hasil yang diharapkan. Oleh karena itu, menurut Neville, memilih sosok dengan pengalaman kaya dan rekam jejak solid adalah langkah paling bijak untuk proyek jangka panjang klub.
Menariknya, di tengah keraguannya untuk mendukung Carrick sebagai manajer permanen, Neville tetap optimistis bahwa Manchester United akan mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan. Ia mencermati momentum positif yang sedang dibangun, di mana United mulai mampu meraih kemenangan meskipun tidak selalu menampilkan performa terbaiknya. Konsistensi dalam mengumpulkan poin ini menjadi perbedaan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Neville juga menyoroti aspek non-teknis sebagai keuntungan. Saat tim-tim pesaing seperti Aston Villa, Chelsea, dan Liverpool harus membagi fokus mereka dengan kompetisi Eropa, Manchester United memiliki keunggulan karena dapat berkonsentrasi penuh pada liga domestik.




