Persib Bandung berhasil mengamankan satu tempat di babak final Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan rival abadi mereka, Persija Jakarta. Kemenangan tipis 2-1 dalam laga semifinal yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa, 4 Agustus 2026, disambut euforia. Namun, di balik kegembiraan tersebut, pelatih Persib, Igor Tolic, melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan turnamen.
Jadwal Padat Ancam Kesehatan Pemain
Juru taktik asal Kroasia itu menyoroti jadwal pertandingan yang dinilai terlalu padat dan tidak masuk akal. Pasalnya, skuad Maung Bandung hanya memiliki waktu istirahat satu hari, atau kurang dari 48 jam, sebelum harus kembali berlaga di partai final yang dijadwalkan pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kondisi ini semakin diperparah dengan jadwal sebelumnya. Persib baru saja memainkan pertandingan terakhir fase grup pada Jumat, 31 Juli 2026. Tim kemudian baru bisa terbang ke Bali pada Senin, 3 Agustus 2026, setelah menunggu pengumuman resmi mengenai lokasi pertandingan semifinal dan final.
Igor Tolic menegaskan bahwa protes keras yang disuarakannya bukan untuk mencari alasan, melainkan murni demi melindungi keselamatan dan kesehatan para pemainnya. Ia khawatir regulasi waktu pemulihan yang minim dapat membahayakan kondisi fisik atlet.
“Satu-satunya alasan mengapa saya membicarakan hal ini sekarang adalah untuk melindungi para pemain. Jadi, tidak ada alasan lain. Saya pikir turnamen ini secara keseluruhan mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, tetap saja, sebagaimana kami ingin tim-tim menjadi lebih baik, kami juga ingin segalanya menjadi lebih baik,” kata Igor seusai laga melawan Persija.




