Kudus menjadi pusat perhatian sepak bola putri Indonesia pada Minggu, 05 Juli 2026. Sebanyak 16 tim sepak bola putri kelompok usia U-15 dan U-18 akan berlaga dalam puncak kompetisi perdana HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. Ajang ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi panggung penting bagi tim pelatih Timnas Putri Indonesia untuk memantau bakat-bakat muda.
Turnamen bergengsi yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS ini akan berlangsung mulai 5 hingga 12 Juli 2026. Seluruh pertandingan dipusatkan di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus, Jawa Tengah. Sebelumnya, pada Sabtu (4/7), seluruh tim telah mendapatkan kesempatan untuk menjalani official training di lokasi yang sama.
Panggung Talenta Muda Nasional
HYDROPLUS Soccer League All-Stars mempertemukan 16 tim terbaik yang merupakan juara dan runner-up dari empat liga regional, meliputi Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kompetisi ini terbagi ke dalam dua kelompok usia, yaitu U-15 dan U-18, dengan sistem penyisihan grup dan fase gugur (knock-out) yang berbeda dari fase regional.
Program Manager HYDROPLUS Soccer League, Rijki Kurniawan, menegaskan bahwa turnamen ini melengkapi piramida pembinaan sepak bola putri di Indonesia. Ajang ini diharapkan menjadi jembatan krusial bagi pesepak bola putri remaja sebelum mereka melangkah ke level senior.
“HYDROPLUS Soccer League All-Stars melengkapi piramida pembinaan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Diawali dengan MilkLife Soccer Challenge untuk KU10 dan KU12, HYDROPLUS Soccer League dirancang untuk memfasilitasi bibit-bibit berbakat di kelompok usia U-15 dan U-18 agar terus berkembang sebelum akhirnya masuk ke jenjang usia yang lebih tinggi,” jelas Rijki Kurniawan.
Pencarian Bakat untuk Timnas Putri
Signifikansi turnamen ini semakin meningkat dengan kehadiran tim pelatih Timnas Putri Indonesia yang akan melakukan pemantauan bakat (scouting) secara langsung. Pencarian talenta potensial untuk mengisi skuad nasional ini dipimpin oleh Coach Timo Scheunemann dan Coach Takumi Taniguchi.
Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan di level nasional, HYDROPLUS Soccer League All-Stars juga diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elite yang berencana membentuk tim sepak bola putri. Lebih jauh, turnamen ini menjadi sumber potensial bagi federasi dalam mencari sosok-sosok terbaik untuk memperkuat tim nasional di masa mendatang.




