BANDUNG – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Deputy CEO Adhitia Putra Herawan membantah tegas informasi yang menyebut status larangan registrasi pemain baru atau transfer ban dari FIFA disebabkan tunggakan gaji pemain. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya kabar mengenai sanksi tersebut.
Adhitia menjelaskan bahwa sanksi yang dijatuhkan FIFA tersebut berasal dari satu perkara spesifik. Perkara itu terkait penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, yang terjadi pada tahun 2023.
“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” kata Adhitia dalam keterangan yang diterima di Bandung pada Sabtu (30/5).
Manajemen Persib, lanjut Adhitia, telah mengetahui dan mengikuti proses terkait perkara tersebut sejak awal. Saat ini, pihak klub tengah menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari keputusan FIFA.
Ia menambahkan, setelah kewajiban tersebut dipenuhi, Persib akan melanjutkan proses administratif sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA. Tujuannya agar status larangan registrasi pemain dapat ditinjau dan dicabut.
Adhitia menegaskan komitmen Persib untuk menjalankan tata kelola klub secara profesional. Hal ini mencakup pemenuhan seluruh kewajiban kontraktual serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub,” ujarnya.
Situasi ini, menurut Adhitia, tidak akan memengaruhi stabilitas maupun arah pengembangan klub. Manajemen Persib saat ini fokus pada penyelesaian kewajiban yang timbul dari keputusan FIFA tersebut.




