Dominasi Aprilia pada awal musim MotoGP 2026 mulai memantik reaksi dari kubu Ducati. Hasil yang belum konsisten dalam dua seri pembuka membuat tim asal Italia itu enggan terus bergantung pada satu nama, yakni pembalap Marc Marquez.
Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menilai kondisi ini harus segera dibenahi. Ia secara tegas menyatakan bahwa tim tidak bisa terus menjadikan Marquez sebagai penutup kekurangan yang ada.
Tardozzi Soroti Ketergantungan pada Marquez
Meski Marc Marquez sempat menyumbang hasil positif lewat kemenangan di sprint race MotoGP Brasil, performa para pembalap Ducati lainnya dinilai belum cukup kompetitif untuk bersaing di barisan depan.
“Kondisi fisik Marc memang belum sepenuhnya ideal. Namun, itu bukan alasan karena pembalap Ducati lainnya juga belum mampu tampil maksimal,” ujar Tardozzi, Kamis (26/3/2026).
Tardozzi menekankan bahwa keseimbangan performa antarpembalap menjadi kunci jika Ducati ingin kembali mendominasi. Ia menegaskan, “Kami tidak bisa terus mengandalkan Marc untuk menutupi kekurangan tim.”
Pernyataan ini mengindikasikan adanya masalah besar di balik performa tim Ducati, meskipun memiliki nama besar seperti Marc Marquez. Tim dituntut untuk segera menemukan solusi agar tidak terus tertinggal dari rivalnya, Aprilia.




