Sevilla FC secara resmi memecat Matias Almeyda dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama pada Senin (23/3). Keputusan ini diambil menyusul serangkaian hasil buruk yang membuat klub asal Spanyol tersebut terperosok ke posisi ke-15 klasemen sementara LaLiga, hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.

Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan apresiasi atas dedikasi Almeyda. “Klub mengucapkan terima kasih kepada Matias Almeyda dan timnya atas usaha serta profesionalismenya. Matias Almeyda telah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim utama Sevilla FC,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis melalui situs resmi klub.

Performa Buruk Jadi Pemicu Pemecatan

Sevilla saat ini mengumpulkan 31 poin dari 29 pertandingan yang telah dilakoni di LaLiga. Performa tim memang menunjukkan penurunan drastis, dengan hanya meraih satu kemenangan dalam delapan laga liga terakhir. Kekalahan 0-2 dari Valencia di kandang sendiri pada Sabtu lalu disebut-sebut menjadi pemicu utama pemecatan Almeyda.

Matias Almeyda sendiri mulai menukangi Sevilla sejak Juni tahun lalu. Selama masa kepemimpinannya, ia telah memimpin tim dalam 32 pertandingan resmi, yang terdiri dari 29 laga LaLiga dan tiga laga Copa del Rey. Meskipun sempat menunjukkan awal yang menjanjikan, performa tim mulai menurun drastis memasuki tahun baru 2026.

Terganjal Sanksi Larangan Mendampingi Tim

Situasi pelik yang dihadapi Almeyda semakin rumit karena ia tengah menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama tujuh pertandingan. Sanksi tersebut merupakan imbas dari insiden dengan ofisial pertandingan, yang membuatnya tidak bisa berada di pinggir lapangan sejak pertengahan Februari. Kondisi ini tentu mempengaruhi stabilitas dan kepemimpinan tim di lapangan.

Dengan sembilan pertandingan tersisa di musim ini, Sevilla kini berada dalam ancaman serius untuk terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Manajemen klub diharapkan segera menemukan pengganti yang tepat untuk menyelamatkan tim dari jurang degradasi.