Fabio Quartararo menunjukkan raut wajah berbeda usai gelaran MotoGP Brasil pada Rabu, 25 Maret 2026. Bukan karena podium atau hasil fantastis, melainkan satu momen singkat yang krusial baginya: berhasil menyalip Marc Marquez.

Pembalap tim Yamaha itu menyelesaikan balapan di posisi keenam. Secara angka, capaian ini mungkin belum terbilang istimewa. Namun, jika menilik awal musimnya yang hanya finis ke-14 pada seri pembuka, hasil di Brasil ini jelas menandai sebuah kemajuan penting dalam adaptasinya.

Adaptasi Motor Baru dan Momen Agresif di Lintasan

Quartararo diketahui masih dalam fase adaptasi dengan motor baru Yamaha V4 yang disebutnya belum sepenuhnya jinak. Balapan di Brasil sendiri dimulai dengan cukup menjanjikan bagi pembalap berjuluk El Diablo ini.

Memulai balapan dari posisi keempat, Quartararo langsung tampil agresif sejak awal. Di tikungan pertama, ia sukses merangsek ke posisi kedua, bahkan sempat melewati dua nama besar, Marc Marquez dan Marco Bezzecchi. Sebuah manuver berani yang langsung menyita perhatian para penonton dan pengamat.

Meski demikian, duel sengit dengan Marc Marquez tidak berlangsung lama. Pada lap ketiga, di trek lurus, Quartararo kembali kehilangan posisinya. Kecepatan motor lawan membuatnya harus rela disalip kembali.

Namun, bagi Quartararo, cerita tidak berhenti pada hasil akhir. Momen ketika ia berhasil menyalip Marc Marquez, meski singkat, menjadi sorotan utama dan sumber kegembiraan pribadinya setelah balapan.