Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Gianni Infantino, tengah melakukan lobi intensif setelah Iran mengisyaratkan penarikan diri dari partisipasi di Piala Dunia 2026. Upaya ini dilakukan menyusul pernyataan tegas dari Menteri Olahraga Iran terkait insiden serangan yang menewaskan pemimpin mereka.

Infantino, yang lahir pada 23 Maret 1970, secara aktif berdialog untuk memastikan tim berjuluk Team Melli tersebut tetap berlaga di ajang akbar sepak bola dunia. Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengumumkan, “Kami membicarakan situasi terkini di Iran dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026.”

Dalam pernyataannya, Infantino juga mengutip sikap Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah turnamen. “Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa Iran dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat,” tambahnya.

Upaya FIFA untuk meyakinkan Iran ini muncul setelah Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, mengungkapkan bahwa skuad asuhan Amir Ghalenoei tersebut urung berpartisipasi. Keputusan ini diambil pasca-serangan Amerika Serikat ke Iran yang menewaskan pemimpin mereka, Ayatollah Ali Khamenei, pada awal Maret silam.

Donyamali menegaskan posisi negaranya dengan lugas. “Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” ujarnya.

Iran sendiri telah memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah tampil sebagai juara Grup A babak Kualifikasi Zona Asia. Mereka berhasil mengungguli tim-tim kuat seperti Uzbekistan, Uni Emirat Arab, dan Qatar.