Persiapan Tim Nasional Irak menghadapi babak playoff Piala Dunia FIFA 2026 terancam serius menyusul penutupan wilayah udara di negara tersebut. Kebijakan pemerintah Irak yang berlaku hingga 1 April 2026 ini menghambat sejumlah pemain liga domestik untuk bergabung dengan skuad nasional.

Kondisi ini tidak hanya menciptakan kendala transportasi, tetapi juga memicu masalah administratif. Beberapa kedutaan asing di Irak dilaporkan tutup, menyebabkan proses pengurusan visa bagi para pemain dan staf menuju Meksiko, lokasi pertandingan playoff, menjadi terhambat.

Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, bahkan belum dapat bertemu langsung dengan para pemainnya karena masih tertahan di Uni Emirat Arab. Akibat situasi pelik ini, Federasi Sepak Bola Irak terpaksa membatalkan rencana pemusatan latihan yang semula dijadwalkan berlangsung di Houston, Amerika Serikat.

Arnold menegaskan bahwa memainkan pertandingan krusial hanya dengan pemain yang berkarier di luar negeri bukanlah solusi ideal. “Itu bukan tim terbaik kami. Kami membutuhkan skuad terbaik untuk pertandingan terbesar negara ini dalam 40 tahun terakhir,” ujar Arnold, menyuarakan kekhawatirannya.