Gresik – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel mengumumkan operasi militer terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Situasi ini tidak hanya mengguncang kawasan, tetapi juga menarik perhatian dunia olahraga, khususnya FIFA, mengingat Iran telah memastikan tempat di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya masih mencermati perkembangan terkini. Dalam rapat umum tahunan Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional di Cardiff, Wales, Grafstrom menegaskan bahwa belum ada sikap resmi yang dapat disampaikan terkait situasi ini.

“Saya membaca berita pagi ini sama seperti Anda. Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara rinci, tetapi kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia,” kata Mattias Grafstrom, menyoroti kompleksitas dan sensitivitas isu tersebut.

Ia juga menekankan bahwa fokus utama FIFA saat ini tetap pada penyelenggaraan turnamen yang aman dan memastikan seluruh tim yang lolos dapat berpartisipasi tanpa hambatan.

Operasi militer tersebut diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mendorong perubahan pemerintahan Iran yang saat ini masih dipimpin oleh Ayatollah Khamenei.

Iran tidak tinggal diam merespons serangan tersebut. Laporan menyebutkan adanya serangan balasan yang menyasar Israel serta sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, memperkeruh situasi keamanan regional.

sumber gambar: klikmedianetwork.co