KilatNews.c0 – Mataram – Peringatan Hari Jadi Nahdlatul Wathan (HADI) ke-73 diawali dengan kegiatan Khataman Al-Qur’an yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Wathan pada 9 Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (27/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Aula Drs. TGH. Lalu Gede Wira Santana, Kompleks Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Mataram, dan diikuti secara virtual melalui Zoom oleh puluhan ribu santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Khataman Al-Qur’an tersebut menjadi agenda pembuka rangkaian HADI ke-73 yang sarat dengan nuansa spiritual. Sejak dimulai, suasana khidmat terasa menyelimuti acara. Ribuan santri mengikuti rangkaian bacaan Al-Qur’an dengan tertib, penuh kekhusyukan, dan semangat kebersamaan, baik yang hadir langsung di lokasi maupun yang mengikuti secara daring.

Antusiasme santri terlihat jelas sepanjang pelaksanaan kegiatan. Tidak kurang dari puluhan ribu santri terhubung secara daring dari berbagai pesantren dan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan. Partisipasi besar ini menunjukkan kuatnya ikatan keilmuan dan spiritual di lingkungan Nahdlatul Wathan, sekaligus menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai pusat pembinaan umat.

Dalam rangkaian khataman, sejumlah santri tampil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu, tajwid yang tepat, serta makharijul huruf yang fasih. Penampilan tersebut mencerminkan kualitas pembinaan Al-Qur’an yang terus dijaga dan dikembangkan oleh lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan di berbagai daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri dan diikuti oleh para Tuan Guru dan ulama, yang memberikan dukungan moral dan spiritual kepada para santri. Di antaranya Dr. TGH. Muhammad Fikri selaku Sekretaris Majelis Hamzanwadi II, TGH. Syahri Ramadhan selaku Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Lombok Barat, serta TGH. Marzuhan Umar selaku Masyaikh Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al-Majidiyah Asy-Syafi’iyah Nahdlatul Wathan. Kehadiran para ulama tersebut menambah kekhusyukan acara sekaligus memperkuat nilai keberkahan kegiatan.

Usai rangkaian khataman Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadhan yang menekankan keutamaan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam, khususnya di bulan suci Ramadhan. Dalam tausiyah tersebut, jamaah diajak untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, mengamalkan, dan menjadikannya sebagai landasan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, dan kekuatan bagi Nahdlatul Wathan yang kini memasuki usia ke-73 tahun. Doa juga dipanjatkan agar seluruh rangkaian HADI ke-73 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi umat, bangsa, dan negara.

Melalui kegiatan khataman Al-Qur’an ini, Nahdlatul Wathan kembali menegaskan komitmennya dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat serta memperkuat ukhuwah, keilmuan, dan ketakwaan jamaah. Momentum HADI tidak hanya dimaknai sebagai peringatan usia organisasi, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan penguatan nilai-nilai perjuangan.

Kegiatan khataman Al-Qur’an ini direncanakan berlangsung selama empat hari berturut-turut, dilaksanakan pada pagi dan sore hari, sebagai bagian dari rangkaian utama peringatan HADI ke-73 Nahdlatul Wathan.