Menyambut bulan suci 1447 Hijriah, akhirnya angkat bicara mengenai polemik yang sempat menyeret namanya. Melalui unggahan video dan tulisan di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan sekaligus . Pernyataan ini muncul di tengah proses hukum yang masih bergulir terkait kasus dugaan perzinaan yang sempat menjadi sorotan publik.

Refleksi dan Permintaan Maaf

Dalam pesannya yang bernuansa reflektif, Inara Rusli mengakui adanya kekhilafan dan menyebut bahwa proses introspeksi yang dijalaninya tidaklah singkat. Ia menyatakan bahwa ketidaktahuan dan ketidaksengajaan pun dapat melukai pihak lain, sebuah kesadaran yang ia dapatkan setelah melalui perenungan panjang.

Permintaan maaf ini diduga ditujukan kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan, meskipun Inara tidak menyebut nama secara spesifik. Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk mencari pembenaran, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas dampak yang ditimbulkan.

Menghormati Proses Hukum dan Pihak Terkait

Inara Rusli menyatakan akan menghormati sepenuhnya sikap pihak yang merasa dirugikan, termasuk jika permintaan maafnya tidak diterima. Ia juga mengakui bahwa kasus ini sempat berbuntut laporan hukum dan prosesnya masih berjalan hingga kini.

Meskipun demikian, Inara Rusli memilih untuk lebih banyak melakukan perenungan dan membatasi komentar di ruang publik.

Fokus pada Anak dan Karier

Setelah resmi bercerai dari Virgoun, Inara Rusli memang tampak fokus menjalani kehidupan sebagai single mom. Ia memprioritaskan pengurusan ketiga anaknya sembari merintis kembali kariernya. Meskipun sempat dikabarkan menemukan tambatan hati baru, Inara menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah anak-anak dan pengembangan bisnisnya.

Dalam urusan hak asuh anak, mediasi antara Inara Rusli dan Virgoun dikabarkan mulai menunjukkan titik terang. Keduanya sepakat untuk mendahulukan kepentingan anak-anak di atas segala perselisihan.

Ramadan Tanpa Pasangan

Menjalani Ramadan sebagai seorang janda, Inara Rusli mengaku tidak ada persiapan khusus. Ia menyatakan akan tetap bekerja seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Meski demikian, ia tetap bersyukur dan menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk fokus beribadah.