KilatNews.co – Dompu, Seusai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakornas) di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu, Bupati Dompu Bambang Firdaus didampingi Kepala BPKAD Muhammad Syahroni, Kabag Prokopim Setda Dompu Agus Miswara, dan Ketua KONI Dompu Asrullah, melakukan kunjungan ke Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Bupati Dompu Bambang Firdaus sesaat setelah audiensi menyampaikan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Dompu dalam memajukan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

“Kami berkunjung ke Kementerian Pertanian RI untuk menemui Direktur Hilirisasi Peternakan Dr. drh. Makmun dan Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak (Bitpro) Dr. Harry Suhada. Pertemuan ini membahas akselerasi program prioritas sektor peternakan di Kabupaten Dompu tahun 2026,” jelasnya.

Bupati mengaku optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan petani dan peternak.

“Saya optimis akselerasi program dan kolaborasi ini akan membawa kemajuan serta dampak besar bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia, khususnya di Kabupaten Dompu,” ujar Bupati.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Peternakan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Makmun, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Dompu. Menurutnya, Dompu memiliki potensi besar, terutama dengan keberadaan kawasan pelepasan ternak yang sangat luas di Doro Ncanga.

“Populasi hewan ternak di Dompu setiap tahun semakin meningkat. Melihat kondisi ini, Kementerian Pertanian akan mengupayakan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) tersendiri khusus untuk Kabupaten Dompu,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 Kementerian Pertanian berencana membentuk Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Dompu.

“Langkah ini kami upayakan agar koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kementerian Pertanian terkait sektor peternakan menjadi lebih dekat dan cepat,” jelasnya. (4/2)