Pakar paru terkemuka, Prof. Erlina Burhan, dengan tegas membantah klaim pengobatan tuberkulosis (TBC) menggunakan herbal yang disebarkan oleh influencer kesehatan Bude Wellness. Prof. Erlina menyatakan bahwa informasi tersebut menyesatkan dan berpotensi membahayakan masyarakat.

Menurut Prof. Erlina, hingga saat ini tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ramuan herbal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit TBC. Ia menilai pernyataan semacam itu sangat berbahaya, terutama bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan medis.

“Informasi seperti ini berpotensi membahayakan, bukan hanya bagi pasien TBC tetapi juga masyarakat secara luas,” ujar Prof. Erlina, mengingatkan akan risiko yang timbul jika masyarakat mempercayai klaim tanpa dasar ilmiah.

Prof. Erlina menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Oleh karena itu, penanganannya wajib dilakukan melalui penggunaan obat-obatan medis yang telah teruji efektivitasnya.

Terapi standar untuk TBC umumnya melibatkan kombinasi beberapa jenis obat, meliputi Rifampisin, Isoniazid, Ethambutol, dan Pirazinamid. Obat-obatan ini harus dikonsumsi secara teratur dan disiplin sesuai anjuran tenaga medis guna memastikan infeksi dapat sembuh total.

Kondisi TBC, baik secara global maupun nasional, masih menjadi perhatian serius. Data menunjukkan bahwa setiap tahun, terdapat sekitar 10,8 juta kasus TBC aktif di seluruh dunia, dengan angka kematian mencapai 1,5 juta jiwa.

Di Indonesia sendiri, kasus TBC baru tercatat sekitar 1,09 juta setiap tahun. Angka kematian akibat penyakit ini di Tanah Air juga masih tinggi, mencapai sekitar 130 ribu orang per tahun.