Risalah Forum Muda Nahdliyyin Indonesia (FMNI) Menyambut Muktamar NU ke-34 di Lampung, Memperkuat NU Luar Jawa


Bismillahirrahmanirrahim.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Alhamdulillahi Rabbil‘alamin walaa khawla walaa quwwata illa billahi. Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wasallim. Amma ba’du.

KilatNews.Co Menjelang usia satu abad Nahdlatul Ulama (NU), berdasarkan hitungan kalender hijriyyah, sebagai Jam’iyyah NU telah mengabdi selama 98 tahun di tengah masyarakat dengan segala pasang-surutnya.

NU bisa diibaratkan sebagai kapal besar yang terus berlayar di tengah samudera peradaban Indonesia bersama kapal-kapal lain dengan berbagai ukuran untuk menjaga dan mengembangkan ajaran ahlus-sunnah wal-jamaah; mengawal kedaulatan negara dan bangsa Indonesia; memperjuangkan dan memastikan agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin layak (habitable) sebagai wadah hidup bersama bagi seluruh warga negara secara bermartabat dan berdaulat.

NU lahir pada masa kritis umat Islam Indonesia, yakni di tengah cengkraman kolonialisme, di mana segala bentuk pembatasan yang memungkinkan diberlakukan kepada umat Islam di Indonesia. Juga NU muncul di tengah gelombang pertama penyebaran Islam-transnasional yang merupakan kolaborator kolonialisme seperti Wahabisme, dan tumbuh-suburnya Islamophobia yang menumpang pada sekelurisme, komunisme, sosialisme, dan segala bentuk misionarisme.

Dengan kondisi yang serba tidak mudah seperti itu, NU melanjutkan tradisi perlawanan para ulama terhadap kolonialisme, dan NU mengambil posisi paling depan dalam perjuangan kemerdekaan NKRI.

Setelah kemerdekaan, NU menjalani sikap dan pendiriannya terhadap NKRI, hidup bersama dengan berbagai kelompok yang beragam dengan segala bentuk pergulatan dan ketegangannya yang tidak mungkin dihindarkan, bukan dalam harmoni liberal seperti yang dibayangkan oleh sebagian anak muda NU selama ini.

Kehidupan bersama dalam wadah NKRI adalah pendirian NU yang tidak bisa ditawar, tapi memerlukan pemaknaan yang berkelanjutan, baik secara pemikiran dan tindakan. NU dengan segala potensinya menyumbangkan gagasan dan tindakan nyata dalam memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara, pada lapangan pendidikan, ekonomi, dan politik.

Halaman:
1 2 3 4 5